sorot gunungkidulPasca pemberitaan di media ini kemarin yang berjudul “Kisah Pilu Pasangan Lumpuh dan Buta Dalam Rumah Hampir Roboh” berhasil mengetuk keprihatinan pembaca. Beban berat yang dialami dua jompo Rujilah (70) dan Samsuri (80) turut mengundang iba dari berbagai elemen masyarakat, pemerintah desa dan kecamatan setempat. Dengan material seadanya, bahkan materi yang dirasa belum cukup, mereka bahu membahu memperbaiki rumah pasangan jompo yang tubuhnya tengah digerogoti penyakit stroke dan kebutaan itu.

Sejak pagi sekitar pukul 7.00 WIB sedikitnya 50 warga yang terdiri dari pegawai kecamatan Ponjong, perangkat desa, dukuh dan seluruh warga di RT 04 mulai membongkar bagian-bagian rumah yang sudah tidak layak pakai.

Menurut Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat Desa Ponjong, Jahidi, setiap KK di RT 04 menyumbang Rp.50.000,-, sedangkan diluar itu, sumbangan dari pemerintah desa, kecamatan bahkan pribadi dermawan juga terus mengalir untuk membantu rehab rumah yang sudah hampir roboh itu. Bukan hanya dalam bentuk materi, bantuan tenaga dengan bergotong royong mereka lakukan demi keselamatan dan kenyamanan Mbah Rujilah dan Samsuri. Warga meluangkan waktu sehari penuh untuk kerja bakti sedangkan para ibu bertugas memasak untuk para pekerja.

“Rencana kerja bakti dan iuran sukarela ini sudah kita bahas jauh-jauh hari. Pagi ini kita gotong royong. Tidak menunggu roboh dulu baru dibantu,” katanya, Minggu (23/02/2014).

Belum jelas berapa dana yang nanti akan terkumpul dari iuran warga. Yang pasti, mereka melakukan kerja bakti terlebih dahulu dengan dana dan material seadanya. Asalkan rumah Mbah Rujilah dan Samsuri dapat secepatnya berdiri kuat tanpa ada ketakutan jika nantinya akan roboh.

“Ini baru ada dana seadanya, material kami dapatkan dari bantuan sebagian warga berupa kayu dan memotong bambu milik Mbah Samsuri,” pungkasnya.

Read more:http://www.sorotgunungkidul.com/berita-gunungkidul-5218-hore–rumah-pasangan-buta-dan-lumpuh-diperbaiki.html#ixzz2toxYyYU2

5 KOMENTAR

  1. Pak desa sawahan TU masuk ponjong ya?saya tertarik ke desa sawahan krna saya dengar potensi tambang batu suiseki,akik,bisa dibantu informasi utk lokasi dan kontak personya Pak?matur suwun sangat,Wassalamualaikum.

  2. Kerajinan batu akik itu potensi bahan bakunya apa cukup besar di daerah ponjong? bagaimana dgn kawasan kecamatan lainnya spt, rongkop dan girisubo? Spt kita tahu pacitan yg saya kira geografisnya hampir sama dengan gn kidul, sdh terkenal ke manca negara kerajinan akiknya. Tapi dimanapun usaha tambang pastinya akan merusak ekosistem, bertolak belakang dgn visi menjadikan ponjong sbg wilayah konservasi. Tapi bolehlah mas diliput dan ditampilkan ttg akik asal ponjong ini. Terima kasih

TINGGALKAN KOMENTAR